
BULELENG – Kontingen bridge Kabupaten Buleleng menunjukkan kelasnya pada Ekshibisi Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Tampil dominan sejak hari pertama pertandingan, tim bridge Buleleng sukses memborong seluruh medali emas yang diperebutkan pada empat nomor pertandingan sekaligus memastikan diri sebagai juara umum.
Prestasi gemilang tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet bridge pelajar di Kabupaten Buleleng yang terus berkembang dan menghasilkan atlet-atlet muda berprestasi.
Ekshibisi cabang olahraga bridge diikuti enam kabupaten/kota di Bali, yakni Kabupaten Buleleng, Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Badung. Selama dua hari pelaksanaan, para atlet pelajar bersaing dalam pertandingan yang menguji kecerdasan, konsentrasi, strategi, serta kemampuan membaca permainan lawan.
Pada hari pertama dipertandingkan nomor beregu SMP dan beregu SMA dengan sistem round robin, di mana seluruh peserta saling berhadapan dalam lima ronde. Sementara pada hari kedua, pertandingan berlanjut pada nomor pasangan SMP dan pasangan SMA menggunakan sistem swiss pair yang mempertemukan peserta berdasarkan peringkat hasil ronde sebelumnya.
Ketua Umum GABSI Provinsi Bali, Tjandrawati Sugita, mengapresiasi perkembangan bridge pelajar di Bali yang dinilai semakin pesat. Ia bahkan berharap cabang olahraga bridge segera menjadi cabang resmi dalam Porjar Bali.
“Perkembangannya cukup signifikan. Kita berhasil memborong semua medali emas. Ini tentu menjadi hasil yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum GABSI Kabupaten Buleleng, Made Nuridja dikonfirmasi terpisah, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para atlet muda Buleleng yang mampu menunjukkan performa terbaik sepanjang pertandingan.
Menurutnya, keberhasilan menyapu bersih seluruh medali emas tidak diraih secara instan, melainkan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan, dukungan sekolah, pelatih, orang tua, serta semangat juang para atlet.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan bridge pelajar di Buleleng berjalan dengan baik. Anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan tampil konsisten di semua nomor pertandingan. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Buleleng,” kata Made Nuridja.
Dominasi Buleleng diawali dari nomor Beregu SMP. Tim yang diperkuat Kadek Savana Felicia Dias, I Nyoman Naryama, Bastian Keane Sen, dan Michael Cahya berhasil meraih medali emas setelah mengungguli para pesaingnya. Kabupaten Klungkung menempati posisi kedua dan meraih medali perak.
Pada nomor Beregu SMA, tim Buleleng yang diperkuat Ni Kadek Anindya Nariswari, Ni Komang Anggita Sidhi Karang, Komang Miyuki Septi Anggarini, Gede Gana Nareswarya, Kadek Vidya Jovantiastra, dan Ni Kadek Cantika Wirya Pratiwi kembali mempersembahkan medali emas. Kabupaten Klungkung meraih perak, sedangkan Kota Denpasar membawa pulang medali perunggu.
Kesuksesan berlanjut pada nomor Pasangan SMP melalui duet Kadek Savana Felicia Dias dan I Nyoman Naryama yang sukses meraih emas. Pasangan Kabupaten Klungkung harus puas menempati posisi kedua.
Puncak dominasi Buleleng terjadi pada nomor Pasangan SMA. Pasangan Ni Komang Anggita Sidhi Karang dan Ni Kadek Anindya Nariswari tampil impresif dan berhasil mengunci medali emas keempat bagi Buleleng. Medali perak diraih pasangan Kabupaten Klungkung, sementara medali perunggu menjadi milik Kabupaten Karangasem.
Made Nuridja menambahkan, hasil ini sekaligus menjadi modal penting dalam mempersiapkan regenerasi atlet bridge Buleleng ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi atlet-atlet muda lainnya untuk menekuni olahraga bridge. Ke depan, kami akan terus memperkuat pembinaan sejak usia pelajar agar Buleleng tetap menjadi salah satu kekuatan bridge di Bali,” tegasnya.
Keberhasilan meraih empat medali emas sekaligus menjadi peningkatan signifikan dibandingkan Porjar 2025. Saat itu, Buleleng meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, yang mengantarkan mereka menjadi juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kini, pada Ekshibisi Porjar Bali 2026, prestasi tersebut berhasil disempurnakan. Sapu bersih seluruh medali emas menjadi penegas bahwa Buleleng masih menjadi kekuatan utama bridge pelajar di Bali, sekaligus menunjukkan keberhasilan pembinaan yang terus berjalan konsisten dari tahun ke tahun. (305)
