
Buleleng, Warga di seputaran Banjar Dinas Darma Yasa, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, dibuat geger dengan penemuan sesosok pria meninggal dunia di saluran irigasi, Rabu (13/5/2026) pagi sekitar pukul 07.50 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan terendam air, memicu perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Jro Putu Wijana (58), warga Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Saat itu, ia datang ke area kebun di sekitar saluran irigasi dan hendak buang air besar. Namun langkahnya mendadak terhenti ketika melihat tubuh manusia terendam di dalam saluran air.
Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polsek Kota Singaraja bersama tim medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi korban.
Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Kadek Wirasa alias Kadek Keped (32), warga Banjar Dinas Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem. Saat ditemukan, korban tidak mengenakan pakaian dan hanya memakai celana dalam berwarna hijau.
Kasi Humas Iptu Yohana Rosalin Diaz yang mendampingi Kapolsek Kota Singaraja Kompol Gede Juli mengatakan, polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti korban meninggal dunia.
“Mayat ditemukan dalam posisi tertelungkup dan terendam di saluran irigasi. Kami masih melakukan penanganan serta pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.
Pemeriksaan medis awal yang dilakukan dr. I Komang Alit Baskara dari Puskesmas II Buleleng menunjukkan korban diperkirakan meninggal sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, termasuk luka atau benjolan di bagian kepala.
Meski demikian, petugas menemukan adanya lebam mayat pada bagian tangan kiri dan perut, serta busa keluar dari mulut korban. Kondisi tersebut menguatkan dugaan korban meninggal akibat tenggelam.
Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, serta informasi dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Polisi menduga penyakit tersebut kambuh saat korban hendak mandi di saluran irigasi, hingga akhirnya terjatuh dan tidak mampu menyelamatkan diri.
“Korban tinggal bersama kakaknya di Desa Anturan dan memang memiliki riwayat epilepsi sejak lama. Dugaan sementara, korban kambuh saat hendak mandi lalu jatuh dalam posisi tertelungkup sehingga kesulitan bernapas dan meninggal dunia,” terang Iptu Yohana.
Usai proses identifikasi dan pemeriksaan medis, jenazah korban kemudian dititipkan di ruang jenazah RSUD Buleleng sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Gegelang, Karangasem untuk dimakamkan.
Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memohon agar tidak dilakukan autopsi. Permohonan itu disertai surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian karena keluarga telah mengetahui korban memiliki riwayat epilepsi sejak lama.(305)
