
Buleleng, Kabupaten Buleleng dengan karakter wilayah nyegara-gunung kembali menegaskan keseriusannya menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks. Tidak sekadar mengandalkan respons pemerintah, penguatan kapasitas masyarakat kini menjadi fokus utama. Salah satunya melalui pelatihan relawan kebencanaan yang digelar di Kecamatan Seririt, wilayah yang dikenal rawan bencana.
Pelatihan Relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB-API) ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (9/1/2025), bertempat di Wisma Nangun Kerti Bedugul, Desa Pancasari. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi LPBI PBNU bekerja sama dengan Pemerintah Australia, serta mendapat dukungan penuh dari BPBD Kabupaten Buleleng.
Puluhan relawan dari tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seririt terlibat aktif dalam pelatihan yang dirancang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif. Materi yang diberikan menyasar kesiapsiagaan sejak fase pra-bencana hingga penanganan awal saat bencana terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang, bukan sekadar agenda seremonial.
“Inti kegiatan ini agar relawan tahu, mau, dan mampu. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan ke masyarakat. Pada akhirnya, relawan inilah yang menjadi garda terdepan saat bencana terjadi. Ini tugas kemanusiaan yang sangat mulia,” tegas Suyasa.
Ia menambahkan, hampir seluruh wilayah Buleleng memiliki potensi kebencanaan, sehingga penguatan kapasitas masyarakat desa menjadi kebutuhan mendesak. BPBD pun berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau desa-desa lain.
Sementara itu, Manager Program KANAL NU, Iswar Abidin, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kajian risiko bencana yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran masyarakat sangat krusial, terutama pada fase awal bencana.
“Ada golden time saat bencana terjadi. Masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan dari luar. Mereka harus mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pelatihan relawan menjadi sangat urgen,” jelas Iswar.
Menurutnya, program KANAL dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan. Dimulai dari kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana desa, pelatihan relawan, hingga simulasi evakuasi mandiri. Antusiasme peserta pun tinggi, bahkan sejumlah desa telah mengalokasikan dana desa secara mandiri untuk mendukung kegiatan kebencanaan.
Pelatihan ini diharapkan melahirkan kader-kader kebencanaan desa yang kompeten dan berdaya. Dengan melibatkan pemerintah desa, relawan, perempuan, hingga kelompok disabilitas, langkah ini menjadi fondasi penting menuju desa-desa di Buleleng yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi risiko bencana di masa depan. (305)
