
Dari semangat kasih, kepedulian, dan perjuangan perempuan, lahirlah Komunitas Perempuan Bali Utara, sebuah ruang kolaborasi lintas profesi yang digagas untuk mendorong peran perempuan agar semakin berdaya dan berdampak bagi masyarakat.
Komunitas ini menghimpun perempuan dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, jurnalis, pengusaha, pegiat pendidikan, seniman, aktivis lingkungan hingga penggerak sosial.
Keberagaman tersebut menjadi kekuatan utama komunitas dalam merespons berbagai isu dan tantangan sosial yang dihadapi Bali Utara.
Ketua Komunitas Perempuan Bali Utara, Dr. Kadek Sonia Piscayanti,S.Pd.,M.Pd dalam acara Deklarasi Komunitas Perempuan Bali Utara (22/12) menyampaikan bahwa lahirnya komunitas ini tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi sebagai ruang tumbuh bersama bagi perempuan untuk saling menguatkan, berbagi gagasan, serta melahirkan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Momentum Hari Ibu kami maknai sebagai titik awal kebangkitan perempuan Bali Utara untuk bergerak bersama. Visi kami adalah membangun komunitas perempuan yang berdaya, berdampak, dan bermakna, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi lingkungan sosial di sekitarnya,” ujar Sonia.

Kehadiran komunitas ini juga menjadi simbol bahwa peringatan Hari Ibu bukan semata seremonial, melainkan refleksi perjuangan dan kontribusi nyata perempuan dalam membangun daerah. Dari Bali Utara, perempuan bergerak, menyatukan langkah, dan menegaskan perannya dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, Komunitas Perempuan Bali Utara optimistis menjadi motor penggerak lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu memberi inspirasi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga lebih luas.(305)
