
Banjarasem, Pemerintah Desa Banjarasem bersama Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Bali Penida, Kepala Desa Banjarasem, serta Kepala Dusun Kalanganyar melaksanakan peninjauan langsung ke wilayah sungai yang disinyalir dapat menimbulkan dampak banjir ketika debit air pengalami peningkatan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan sekaligus menentukan upaya penanganan yang diperlukan guna meminimalisir dampak banjir bagi masyarakat.
Kepala Desa Banjarasem, Made Sirsa, (20/12) mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan penyebab utama banjir serta mengidentifikasi titik-titik rawan yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan agar langkah yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Banjir ini tidak bisa hanya ditangani secara sementara, tetapi perlu solusi yang lebih terencana,” ujar Made Sirsa.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan bahwa salah satu faktor utama banjir adalah kondisi saluran sungai ke arah hilir yang belum optimal menampung debit air saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan merendam kawasan permukiman warga di Dusun Kalanganyar.
“Proposal sudah diajukan sejak 2023 dan kami dorong kembali pada 2024. Kami berharap pada 2026 perbaikan saluran sungai ini bisa direalisasikan sehingga risiko banjir dapat ditekan,” jelas Made Sirsa menambahkan.
Sambil menunggu realisasi perbaikan permanen, Pemerintah Desa Banjarasem berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi potensi banjir, terutama saat musim hujan.
Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai, sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir berkelanjutan. (305)
