Rumah Warga di Busungbiu Hangus Dilalap Api Dini Hari, Diduga Dipicu Bara Dupa

Buleleng, Suasana tenang dini hari di Kecamatan Busungbiu mendadak berubah mencekam. Sebuah rumah warga di Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, dilalap si jago merah pada Selasa (10/2) sekitar pukul 01.20 Wita. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar isi rumah.

Rumah tersebut diketahui milik Komang Febrianto (42), warga Banjar Dinas Kanginan, Desa Kekeran. Saat api mulai membesar, korban dan warga sekitar hanya bisa berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang seadanya di tengah kepanikan.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat nyala api sudah menjalar dari dalam rumah. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan segera membangunkan korban. Upaya pemadaman awal dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan sederhana, namun besarnya api membuat usaha warga kewalahan.

Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Seririt baru tiba di lokasi sekitar pukul 02.30 Wita. Setelah berjibaku selama kurang lebih setengah jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api sepenuhnya sekitar pukul 03.00 Wita.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, mengatakan berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh percikan bara api dupa yang digunakan korban saat melakukan persembahyangan di dalam rumah.

“Diduga bara api dari dupa jatuh ke tempat tidur sehingga memicu kebakaran. Namun penyebab pastinya masih dalam pendalaman,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, hampir seluruh isi rumah hangus terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meninggalkan duka mendalam bagi korban.

Pihak Damkar Buleleng mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api terbuka, khususnya saat melakukan aktivitas persembahyangan di dalam rumah. Api kecil yang luput dari perhatian, kata Arya Suardana, dapat berubah menjadi bencana besar dalam hitungan menit.(305)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top