
Singaraja, Sebagai upaya antisipasi Cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Buleleng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mengambil langkah cepat seluruh satuan pendidikan diarahkan untuk menerapkan pembelajaran daring apabila kondisi cuaca dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Rabu (14/1/2026), menegaskan kebijakan tersebut telah disampaikan secara berjenjang kepada Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan hingga kepala sekolah di seluruh Buleleng.
Menurutnya, penerapan pembelajaran daring tidak terbatas pada sekolah di wilayah rawan bencana, namun juga dapat diberlakukan di kawasan perkotaan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca setempat.
“Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Jika cuaca ekstrem terjadi, kepala sekolah dapat langsung mengambil langkah pembelajaran daring tanpa menunggu instruksi lanjutan,” tegasnya.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang kerap muncul saat intensitas hujan tinggi. Di sejumlah wilayah perbukitan, kabut tebal juga menjadi ancaman serius terhadap mobilitas dan keselamatan siswa serta guru saat menuju sekolah.
Selain berdampak pada proses belajar mengajar, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan fasilitas pendidikan. Hingga kini, Disdikpora Buleleng mencatat enam sekolah terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi. (305)
