
Banjar, Banjir sampah kiriman kembali mencemari pesisir Pantai Lovina. Namun kepedulian warga tak ikut hanyut. Dipimpin langsung Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh, pada Selasa 13 Januari 2026 bersama masyarakat dan petuga kebersihan turun tangan membersihkan pantai demi menjaga wajah pariwisata Buleleng .
Sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk di sejumlah titik Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk dan Desa Kaliasem. Tumpukan sampah tersebut diduga terbawa aliran sungai akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator aksi bersih pantai, Nyoman Arya Astawa yang akrab disapa Mang Dauh, mengatakan fenomena sampah kiriman merupakan persoalan tahunan saat musim hujan tiba.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada lingkungan dan pariwisata.
“Kami tidak ingin Lovina dikenal karena sampahnya. Pantai ini sumber penghidupan masyarakat, jadi sudah seharusnya kita jaga bersama,” tegas Mang Dauh di sela kegiatan.
Sejak pagi hari, Semeton Mang Dauh bersama relawan dan warga sekitar menyisir pesisir pantai, mengumpulkan sampah, serta membersihkan area yang kerap menjadi titik aktivitas wisata. Aksi ini dilakukan secara swadaya dengan peralatan sederhana.
Mang Dauh menambahkan, membersihkan pantai saja tidak cukup jika kesadaran masyarakat di hulu belum terbangun. Ia mendorong adanya upaya berkelanjutan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah hingga pengawasan pembuangan limbah ke sungai.
“Sampah ini datang dari darat. Kalau kita tidak berubah dari hulu, maka di hilir kita akan terus panen sampah,” ujarnya.
Aksi bersih pantai ini mendapat apresiasi dari warga dan pelaku wisata. Selain mengembalikan kebersihan pantai, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong masyarakat Lovina dalam menjaga alam. (305)
