Tergerus Air Hujan, Senderan SMPN Kubutambahan 2 Jebol

Senderan areal SMP Negeri2 Kubutambahan Jebol Akibat Tergerus Air Hujan. ( BPBD Buleleng)

Kubutambahan, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kubutambahan menyisakan ancaman serius bagi dunia pendidikan. Fasilitas di SMP Negeri 2 Kubutambahan mengalami kerusakan setelah senderan kamar mandi dan kantin sekolah jebol, tergerus aliran air hujan berdebit tinggi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore (2/1/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Derasnya aliran air menghantam senderan pasangan batu di sisi timur sekolah hingga ambruk dan mengancam pondasi bangunan kamar mandi serta kantin.

Meski kejadian berlangsung sejak awal Januari, laporan baru diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng pada Senin (5/1/2026). Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pihaknya segera menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen kondisi bangunan yang terdampak.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan TRC untuk melakukan asesmen sekaligus memberikan bantuan darurat. Senderan kamar mandi dan kantin jebol akibat tergerus aliran air hujan,” ujar Suyasa.

Hasil asesmen menunjukkan senderan pasangan batu yang roboh memiliki panjang sekitar 7,5 meter dengan tinggi mencapai 2 meter. Kerusakan ini dinilai cukup membahayakan karena berpotensi memicu longsor lanjutan serta mengganggu stabilitas bangunan di sekitarnya.

BPBD Buleleng menaksir nilai kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp 5 juta. Sebagai langkah darurat, BPBD memberikan bantuan berupa satu lembar terpal untuk menutup bagian senderan yang jebol guna mencegah kerusakan semakin meluas jika hujan kembali turun.

Selain bantuan dari BPBD, pihak sekolah juga berinisiatif melakukan penanganan sementara secara swadaya. Salah satu upaya yang direncanakan adalah mengalihkan aliran air hujan langsung ke saluran di bawahnya menggunakan spandek.

“Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar aliran air tidak kembali menggerus senderan jika hujan deras terjadi lagi,” jelas Suyasa.

Untuk penanganan jangka panjang, BPBD Buleleng akan menyusun rekomendasi teknis perbaikan dan segera mengusulkannya kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng agar perbaikan permanen dapat segera direalisasikan demi keamanan lingkungan sekolah. (305)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top