
Buleleng – Setelah lama menanti, pasukan rescue atau Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng akhirnya bernapas lega. Armada khusus penyelamatan yang selama ini dinantikan resmi hadir, memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas-tugas evakuasi dan penyelamatan nonkebakaran.
Armada anyar tersebut berupa mobil rescue jenis Ranger yang secara khusus diperuntukkan bagi kebutuhan penyelamatan. Kendaraan ini akan menjadi tulang punggung TRC dalam menangani berbagai laporan darurat yang selama ini kerap diterima Damkar Buleleng.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng, Gede Arya Suardana (4/1) menyebut Selama ini, pasukan rescue tak jarang harus “berbagi” armada dengan unit pemadam kebakaran. Bahkan, untuk sejumlah tugas evakuasi, petugas terpaksa memanfaatkan kendaraan yang sejatinya tidak didesain untuk rescue, mulai dari mobil pemadam hingga kendaraan operasional lainnya.
“Kami sering menerima permintaan evakuasi, tapi armada sangat terbatas. Kadang terpaksa menggunakan mobil pemadam atau kendaraan lain yang tersedia,” ungkap
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga memanfaatkan mobil Innova yang sejatinya digunakan untuk kegiatan sosialisasi. Armada tersebut hanya bisa dipakai jika tidak sedang digunakan untuk agenda lain.
Kehadiran mobil rescue baru senilai Rp 697 juta ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons petugas di lapangan. “Dengan armada khusus ini, kinerja penyelamatan bisa lebih maksimal dan tidak lagi menunggu ketersediaan kendaraan lain,” jelas Arya.
Tak berhenti di situ, Damkar Buleleng juga berencana memodifikasi dua unit sepeda motor trail yang sudah dimiliki agar dapat difungsikan untuk pemadaman kebakaran skala kecil, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan besar.
Ke depan, penguatan armada juga akan dilanjutkan dengan rencana pengadaan mobil pemadam berkapasitas hingga 3.000 liter guna memperkuat sistem penanggulangan kebakaran di Buleleng.
Dengan tambahan armada ini, pasukan rescue Damkar Buleleng diharapkan semakin sigap dan profesional dalam menjawab setiap panggilan darurat masyarakat, tak hanya saat api menyala, tetapi juga ketika keselamatan warga menjadi taruhannya. (305)
