Musancab PDIP Buleleng Jadi Ajang Konsolidasi, Supriatna Tegaskan Kader Wajib Hadir di Tengah Wong Cilik

Acara pelantikan PAC PDIP se-Buleleng di Gedung Kesenian Gde Manik Foto : Ist

Singaraja – PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng kembali mengonsolidasikan barisan. Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) masa bakti 2025–2030 yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (4/1), partai berlambang banteng moncong putih ini menegaskan arah perjuangan: turun ke bawah dan berpihak pada wong cilik.

Agenda lima tahunan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum strategis menyiapkan regenerasi kader di tingkat akar rumput. Hadir dalam Musancab tersebut jajaran elite DPD PDI Perjuangan Bali, di antaranya Bendahara DPD Dewa Made Mahayadnya, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah I Nyoman Sutjidra, serta Kepala Badan Diklat DPD PDIP Bali I Gede Kusuma Putra, bersama pengurus DPC, PAC, dan ranting se-Buleleng.

Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng Gede Supriatna menegaskan, komposisi kepengurusan PAC yang dibentuk merupakan perpaduan kader muda dan senior yang telah teruji loyalitas serta kapasitas organisasinya. Formasi ini, menurutnya, menjadi kunci menjaga mesin partai tetap solid dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.

“Musancab ini bukan sekadar memilih pengurus, tetapi memastikan partai tetap hidup di tengah masyarakat. Kader harus bekerja dan turun ke bawah, menyatu dengan persoalan rakyat,” tegas Supriatna.

Ia menekankan, keberpihakan pada wong cilik bukan slogan semata, melainkan ruh perjuangan PDI Perjuangan yang harus tercermin dalam kerja nyata kader di lapangan. Sebagai partai pemenang di Buleleng, PDIP dituntut tidak berjarak dengan rakyat yang telah memberi kepercayaan.

“Kita wajib menjaga kemenangan ini. Caranya dengan tetap tegak lurus pada instruksi partai, menjaga soliditas, dan memastikan PDI Perjuangan selalu hadir di hati masyarakat,” imbuh politisi asal Tejakula itu.

Sementara itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali Dewa Made Mahayadnya menyampaikan Musancab dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali sebagai bagian dari penguatan struktur partai. Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi dengan melibatkan lebih banyak kader muda.

“Kaderisasi menjadi kunci masa depan partai. Generasi muda harus diberi ruang agar estafet kepemimpinan bangsa tetap berlanjut,” ujarnya.

Dewa Made Mahayadnya optimistis PDI Perjuangan mampu mempertahankan capaian politik yang telah diraih. Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, delapan kepala daerah berhasil dimenangkan, dan kursi Gubernur Bali tetap dipimpin PDI Perjuangan.

“Target kami minimal mempertahankan capaian yang ada. Astungkara, kepercayaan rakyat ini bisa terus dijaga,” pungkasnya.

Musancab PDIP Buleleng pun menjadi penanda bahwa konsolidasi struktural dan ideologis partai terus digerakkan dari bawah, dengan satu pesan tegas: kemenangan hanya akan bertahan jika partai tetap setia bersama wong cilik. (305)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top