
Buleleng, Hujan deras berintensitas sedang yang mengguyur Kabupaten Buleleng memicu sedikitnya empat peristiwa tanah longsor dalam satu hari, Minggu (14/12/2025). Longsor terjadi di sejumlah desa pada tiga kecamatan berbeda dan berdampak pada bangunan milik warga.
Kejadian pertama dilaporkan di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Senderan rumah milik Putu Jeniarta longsor dengan lebar dan tinggi masing-masing sekitar 10 meter akibat tergerus air hujan. Longsor berikutnya terjadi sekitar pukul 20.00 Wita di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, yang menyebabkan pondasi kamar mandi dan dapur rumah Nengah Rudanis ambrol.
Peristiwa serupa juga terjadi di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Senderan rumah milik Wayan Buda Westrawan dilaporkan longsor dan berpotensi membahayakan struktur bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan ke seluruh lokasi kejadian.
“TRC sudah melakukan asesmen, pendataan dampak, serta penanganan awal bersama aparat desa, TNI, dan Polri,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut, namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. BPBD juga mengimbau warga segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. (305)
