
Penyabangan, Belum banyak yang mengetahui jika di dusun Gondol, desa Penyabangan, kecamatan Gerokgak ada sebuah mata air suci yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam keluhan penyakit non medis.
Dahulu Pura Telaga Pingit merupakan sebuah sumber mata air yang ditemukan oleh warga perantauan asal kabupaten Karangasem yang mengungsi ke desa Penyabangan pasca meletusnya gunung agung. Seiring perkembangan jaman, sumber air ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat.
Diceritakan Putu Wita selaku pemangku dipura tersebut, tempat ini terbengkalai semenjak kepergian sang kakek yang dulu merawat tempat ini dan mulai ditata kembali setelah dirinya mendapatkan pawisik melalui mimpi didatangi oleh seorang nenek tua agar memperhatikan kembali tempat ini yang kedepan akan bermanfaat untuk umat.

“Mungkin beliau sudah memberikan tanda-tanda harus muncul, lewat mimpi beliau akan meminta tirta, dan disini ada dua perempuan mencari air dan akan mandi, dan mimpi itu setiap ada rahina disini selalu sembahyang,”ungkapnya.
Di areal pura terdapat sebuah sumur mata air dengan diameter sekitar 50 centimeter dan kedalaman 70 centimeter. Uniknya, seperti yang diceritakan Putu Wita, debit air dari sumur tersebut tak pernah berkurang maupun bertambah kendati di musim penghujan dan kemarau. “Airnya tidak habis-habis walaupun musim panas dan hujan, cuma kalau disini ada yang melukat 60 orang tidak habis airnya,”ujarnya.
Pura telaga pingit ramai dikunjungi saat rahina purnama dan kajeng kliwon yang dipercaya sebagai tempat untuk memohon penyembuhan dari segala penyakit medis maupun non medis, dimana umat datang melakukan ritual melukat atau pembersihan diri mempergunakan air suci yang berasal dari sumber mata air tersebut. “Yang percaya, jika ada yang sakit non medis mereka bisa disini meminta air suci atau tirta,”terangnya. (305)
